Raut wajahnya melemah, seolah-olah pasrah. Lalu meluncurlah dari bibirnya, "Sebetulnya kamu bisa, tapi sayangnya kamu kurang...". "Telitiiii...," sambung anak kecil di depannya karena saking hafalnya lanjutan kalimat tersebut (tentu dengan wajah ceria dan polos).

            Apakah Anda pernah mengalami situasi tersebut? Jika ya, apakah Anda merasa jengkel? Jangan buru-buru jengkel. Menurut kamus, definisi teliti adalah cermat dan seksama. Bagaimana kata cermat atau seksama dapat membantu seorang anak kecil menjadi teliti?

            Salah satu unsur ketelitian adalah kondisi sadar akan apa yang sedang dikerjakan. Hal itu mungkin terdengar mudah. Apakah Anda ingat kaki sebelah mana yang pertama kali menggunakan sandal setelah Anda bangun tidur tadi pagi?

            Belajar membaca not balok merupakan salah satu media untuk melatih kesadaran. Bayangkan, untuk satu buah not yang dibaca, seorang siswa harus memutuskan dengan tepat bagaimana membunyikan not tersebut, sepanjang apa notnya berbunyi, bagaimana cara agar bunyinya bagus, dan lain-lain. Selain itu tak boleh ketinggalan tempo. Bagaimana kalau sudah bermain dengan dua tangan mengkoordinasi 10 jari atau kurang? Jika hal tersebut dirasa masih kurang melatih ketelitian, belajarlah musik klasik yang terkenal dengan detilnya.

            Keberhasilan semua itu tentu kembali pada kemauan masing-masing individu untuk berubah dan menjalani proses belajar musik dengan tekun. Kalau proses di atas dijalani tanpa kesungguhan, tentu tidak akan memberikan hasil yang optimal. Jadi, belajar not balok atau musik klasik dapat menjadi salah satu pilihan untuk melatih putra-putri Anda menjadi lebih teliti. (ryk)

orang main gitar

Hits

76276
TodayToday33
YesterdayYesterday63
This_WeekThis_Week275
This_MonthThis_Month1243
All_DaysAll_Days76276