“Apakah kamu layak diberi urusan yang lebih besar jika dalam urusan kecil saja kamu lalai?”

                Periode UTS (UjianTengah Semester) mempunyai arti yang berbeda-beda untuk setiap siswa. Ada yang memandangnya sebagai hari-hari penuh tantangan, hari-hari ujian mental, atau hari-hari yang menyenangkan karena tidak ada kegiatan belajar di sekolah.

                Pada umumnya, UTS mempunyai bobot nilai yang lebih besar daripada ulangan sehari-hari. Terlambat hadir saat UTS akan berakibat cukup fatal, yaitu berkurangnya waktu untuk mengerjakan.

                Menurut catatan dan pengamatan guru piket HomeSchooling Bina Ekamulia, pada umumnya yang sering terlambat hadir saat UTS adalah siswa-siswi yang mempunyai riwayat sering terlambat pada kegiatan belajar sehari-hari. Namun bila ditelaah, ternyata siswa-siswi tersebut adalah siswa-siswi yang sedang berusaha menghilangkan kebiasaan terlambat (terlihat dari catatan riwayat terlambat yang semakin berkurang dari hari ke hari).

                Terlambat adalah terlambat. Usaha positif layak untuk dihargai. Orangtua dan guru dapat menjadi pendukung usaha positif putra-putri kita. Mari kita terus biasakan putra-putri kita tertib pada hal-hal kecil (tidak terlambat datang ke sekolah, ingat jadwal kegiatan sehari-hari, dan sebagainya). Agar kelak, mereka layak menerima hal-hal yang lebih besar (seperti menjadi asisten dosen, delegasi kantor, dan lain-lain).

foto - UTS

Siswa-siswi HomeSchooling Bina Ekamulia terpisah dengan teman sekelas selama UTS

foto - UTS 2

Menumpahkan apa yang sudah diserap selama setengah semester dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan

 

 

 

 

Hits

73289
TodayToday63
YesterdayYesterday30
This_WeekThis_Week215
This_MonthThis_Month1146
All_DaysAll_Days73289