Jika kita berjalan kaki di Kota Bandung, pada umumnya kita menemui dua buah tempat sampah di sebuah titik. Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup (10 Januari), HomeSchooling Bina Ekamulia mengadakan kegiatan yang berhubungan dengan hal tersebut.

Untuk mengawali kegiatan, siswa-siswi diberi pengertian pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Mereka kemudian dikenalkan dengan fungsi tempat sampah kembar berbeda warna, yaitu menampung sampah organik dan anorganik. Mereka juga mempelajari bagaimana perjalanan sampah yang mereka hasilkan sampai ke tempat penampungan yang paling akhir. Kendala-kendala pemerintah dalam menangani masalah sampah juga dibahas dalam pertemuan hari itu.

Sebelum tengah hari, mereka dibagi dalam beberapa kelompok. Mereka akan berlomba memilah sampah organik dan anorganik di sekitar sekolah. Setelah menggunakan alat-alat pengaman, mereka dilepas untuk berburu dengan didampingi para guru. Berbagai temuan menarik ditemukan oleh siswa. Ada yang menemukan tabung suntik untuk isi ulang printer sampai busi motor.

Kegiatan-kegiatan di atas bertujuan agar mereka paham bahwa sampah bukan hanya urusan petugas, namun urusan bersama. Walau fisik mereka anak-anak dan remaja, mereka dapat menjadi solusi masalah sampah dengan memilah dan melakukan gerakan 4R (reduce, reuse, recycle, recreate).

Ada sebuah ujaran menarik dari seorang siswa sebelum perburuan hari itu usai. "Pak, ternyata di Kota Bandung banyak sampah, ya. Saya kapok buang sampah sembarangan di jalan," kata seorang siswa SD. Semoga kesadaran tersebut dapat menular kepada orang dewasa yang menjadi contoh bagi generasi muda. (ryk)

Hits

68126
TodayToday48
YesterdayYesterday78
This_WeekThis_Week428
This_MonthThis_Month731
All_DaysAll_Days68126